tepat 3 bulan kini aku berkehidupan di kota lahirku kalimantan timur, sebuah provinsi yang tak asing bagi para investor tambang tapi sangat asing bagiku kini....3 tahun ku berkehidupan di jogjakarta telah merubah cara pandangku tentang kehidupan, kenyamanan dan kebahagiaan...apa karena aku mahasiswa yang tidak berpenghasilan besar, kembali kekotaku yang semua serba dua kali lipat dibanding djogjakarta...lagi-lagi membicarakan perbandingan kondisi, tapi ini kondisiku saat ini...banyak kepentingan di kota ini, semua harus menggunakan kekuasaan, siapa yang dekat dengan penguasa maka tanpa keahlian kan mampu di dapat,,,,,,,,,memank tidak semua...kecuali jika aku mau menjadi seperti mereka yang menerima semua apa adanya...
tapi itu tidak membuatku putus asa dan berhenti berdoa serta tertawa karena aku meyakini....bahwa "ALLAH enggan tidur sehingga mampu melihat apa yang ku lakukan demi masa depan, mendengar doa demi menjalankan kebaikan di atas muka bumi ini"
ku masih memiliki ibu, bapak yang dengan segenap hati mendoakan ku dimanapun aku berada dan bagaimana keadaanku....serta adik-adikku yang mengamini setiap doaku....dan kawan2 yang mendoakan serta kekasih hatiku yang selalu mengajakku untuk sabar dan bersabar pada sebuah penantian karena ALLAH selalu menepati janji di setiap janji2NYA yang dia tulis dalam KITAB NYA
laman ini dibuat untuk kembali menapaki bahwa kesuksesan dalam hidup tidak datang sendiri namun adalah sebuah perjalanan panjang yang didalamnya banyak tangan-tangan yang dengan ikhlas dan dengan senyum membantu dan menunjukkan jika hidup ini adalah indah dan penuh dengan konsekuensi......
Rabu, 14 September 2011
Selasa, 28 Juni 2011
Bunga-Bunga Kerinduan
3 tahun bukan waktu yang lama bagiku berada di kota pelajar itu, tapi bagi keluargaku telah terlalu lama aku meninggalkan keluargaku....
di kota itu kutemukan banyak sekali teman, sahabat yang perlahan menjadi saudara bagi diriku, orang-orang yang mengukir cerita dalam setiap mozaik hidupku
mereka selalu membuatku hidup, mereka memberiku inspirasi, menyajikan ilmu indah dalam hidup dan menjalani banyak kehidupan..
tertawa adalah ruh dalam hidupku di kota pelajar itu, kini aku telah kembali ke kota lahirku meninggalkan semua nya kekasihku, temanku, sahabatku dan saudara-saudaraku yang sangat kusayang....
kutulis laman ini adalah karena aku merindukan mereka....
di kota itu kutemukan banyak sekali teman, sahabat yang perlahan menjadi saudara bagi diriku, orang-orang yang mengukir cerita dalam setiap mozaik hidupku
mereka selalu membuatku hidup, mereka memberiku inspirasi, menyajikan ilmu indah dalam hidup dan menjalani banyak kehidupan..
tertawa adalah ruh dalam hidupku di kota pelajar itu, kini aku telah kembali ke kota lahirku meninggalkan semua nya kekasihku, temanku, sahabatku dan saudara-saudaraku yang sangat kusayang....
kutulis laman ini adalah karena aku merindukan mereka....
Minggu, 12 Juni 2011
.......LISA......
lisa bukan nama seorang perempuan, tapi singkatan dari KOS LIma SAtu...kos yang menyisakan banyak cerita, banyak kenangan, banyak pengalaman.....
di tempat itu aku bertemu eneng isti, dea manis, tifa ndut, mbak lena, bu guru dian, mbak dini, si kecil dan si pintar chavia, si nyebelin renita anggraeni.....mereka yang memberiku warna dalam hidup, berfikir dalam menjalani kehidupan jauh dari kedua orang tuaku...lagi-lagi aku tidak sendiri puspa ayu bersamaku menjalani semua....
tempat ini telah menarik perhatianku sejak pertama aku datang melihatnya pertama kali sampai akhirnya kutinggalkan kos ini dengan tangis air mata dan berta hati tapi langkahku memang harus terus demi masa depan, dan LISA menjadi bagian hidup kami semua...
kini eneng isti telah hidup bersama keluarganya dan kehidupannya di tanah jawa barat
si manis dea menempuh cita-citanya di ibu kota jakarta, lagi-lagi merantau heeee
tifa ndut mengejar kariernya di kota kembang bandung dan berkumpul dengan keluarga terkasih;
mbak lena berhasil menyelesaikan status dokternya dan kini menjadi pegawai negeri sipil di tanah rantau bersama kisah cintanya ;
mbak dian, sang guru bahasa inggris yang piawai dengan bakatnya kini meneruskan kuliahnya kembali di UGM guna meraih mimpi dan masa depan;
si pintar chavia telah beranjak besar dan mulai menapaki dunia SD ...we love you cantik...
puspa ayu damayanti sedang gigih menuju hari-hari wisudanya,,,lets we meet again at our earth...;
mbak dini menjajajki dunia barunya , good luck mbak din....
renita..., selesaikan skripsimu dan raih masa depanmu tuk membahagiakan ibumu cantik...doa kami untukmu....
merekalah perempuan-perempuan yang mengisi hari-hariku di LISA, tanpa mereka takkan ada senyum dan tawa yang terkembang, tidak hanya itu tangis pun kami rangkai dalam kebahagiaan.....
semoga pertemanan ini menjadi persaudaraan yang abadi.............
i love you girls,,,,,,,,,,,
from balikpapan with love
di tempat itu aku bertemu eneng isti, dea manis, tifa ndut, mbak lena, bu guru dian, mbak dini, si kecil dan si pintar chavia, si nyebelin renita anggraeni.....mereka yang memberiku warna dalam hidup, berfikir dalam menjalani kehidupan jauh dari kedua orang tuaku...lagi-lagi aku tidak sendiri puspa ayu bersamaku menjalani semua....
tempat ini telah menarik perhatianku sejak pertama aku datang melihatnya pertama kali sampai akhirnya kutinggalkan kos ini dengan tangis air mata dan berta hati tapi langkahku memang harus terus demi masa depan, dan LISA menjadi bagian hidup kami semua...
kini eneng isti telah hidup bersama keluarganya dan kehidupannya di tanah jawa barat
si manis dea menempuh cita-citanya di ibu kota jakarta, lagi-lagi merantau heeee
tifa ndut mengejar kariernya di kota kembang bandung dan berkumpul dengan keluarga terkasih;
mbak lena berhasil menyelesaikan status dokternya dan kini menjadi pegawai negeri sipil di tanah rantau bersama kisah cintanya ;
mbak dian, sang guru bahasa inggris yang piawai dengan bakatnya kini meneruskan kuliahnya kembali di UGM guna meraih mimpi dan masa depan;
si pintar chavia telah beranjak besar dan mulai menapaki dunia SD ...we love you cantik...
puspa ayu damayanti sedang gigih menuju hari-hari wisudanya,,,lets we meet again at our earth...;
mbak dini menjajajki dunia barunya , good luck mbak din....
renita..., selesaikan skripsimu dan raih masa depanmu tuk membahagiakan ibumu cantik...doa kami untukmu....
merekalah perempuan-perempuan yang mengisi hari-hariku di LISA, tanpa mereka takkan ada senyum dan tawa yang terkembang, tidak hanya itu tangis pun kami rangkai dalam kebahagiaan.....
semoga pertemanan ini menjadi persaudaraan yang abadi.............
i love you girls,,,,,,,,,,,
from balikpapan with love
Rabu, 01 Juni 2011
kisah sepasang mandilog dan salon....
laman ini memang ku buat untuk menulis seluruh kisah hidupku....yang tidak habis di jalani....wkwkwk, kali ini kutulis kisah sepasang MADILOG TAN MALAKA dan SALON...kuliahlu telah selesai dan aku terserang penyakit ingin cepat-cepat pulang ke kampung halamanku walhasil aku menjadi malas bangun dari tempat tidur sembari berdoa agar aku langsung tiba di kamar tidurku di balikpapan ( g mungkin lah ...),,, hari itu yang kuingat adalah hari jumat, karena aku cinta hari jumat...kalo kata orang jumat adalah keramat dan kiamat, untuk tanggalnya aku lupa...seperti biasa aku mencari kerjaan dengan seorang sahabatku (musuh lebih tepatnya)bernama PUSPA AYU DAMAYANTI....hari itu niatku adalah menyelesaikan tugasku untuk mengirimkan semua buku-buku serta barang-barangku yang masih tersisa ke tempat pengiriman jasa paket antar provinsi dengan bantuan sahabatku itu tuntaslah pekerjaanku....
sebenarnya itu semua ku segerakan karena aku ingin ikut ayu yang mau ambil data penelitiannya ke dienk...tau kan dienk????? kalo g tau searching yooooooo.....
setelah pulang dari jalan ringroad...kami makan kami pulang dan merebahkan tubuh kami di kosan kami...karena mata ini gatal diusik oleh sesuatu..yang tak lain adalah tumpukan koran bekas langganan milik kami yang tak kunjung kami buat klipping..( dulunya idealisme mahasiswa untuk mengumpulkan berita-berita sebagai bahan diskusi kelak jika kami menjadi dosen di kampung halaman kami,,khusus aku sech sebenarnya)....kembali lagi!!!!!!!!! dengan melalui perdebatan panjang akhirnya kami memutuskan untuk menjual seluruh barang berharga yang kami punya selain harga diri kami masing-masing....kamipun bergegas mengikat seluruh tumpukan koran menjadi ikatan-ikatan yang nantinya mampu diangkut untuk dibawa ke tempat penjualan koran bekas...setelah berhasil mengikatnya menjadi 14 tumpukan koran akhirnya kami kembali mencari kertas-kertas tak layak pakai yang kami kumpulkan di saat penulisan tesis kami (ups...)...setelah semua terkumpul ,,,,dan ternyata "busyet di bawa pake apaan nech???? jawabku dengan enteng..."naek motor kita bolak-nalik 3 atau 4 kali....." "apaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa (puspa ayu menjadi gila) capek tau...." "emank tapi kan g buang uang terlalu banyak, apalagi kita g tau nie koran di hargai berapa?????...."""" """gimana kalo kita cari tossa nganggur terus kita tawar harganya, syukur2 kalo di pinjemin...(puspaayu).."terus aku yang bawa kamu yang duduk di belakang jagain koran gitu...yang ada malah ribet, antara mogok dijalan dan diketawain orang atau nabrak mobil depan karena bingung ngeremnya!!!!!!!!!!@@@@@@@@@@@########????...baiklah mari kita mencariiii....putaran 1 tidak berhasil, putaran 2 belum terlihat,,putaran 3 pasrah dengan opsi menggunakan kendaraan pribadi....
eng.ing.eng.......dikos sepi puspa...gimana cara naikkin nie koran ke pangkuanku...(puspa tertawa tanpa alasan, sementara aku bingung 10 keliling)...dengan akal sehat akhirnya tumpukan koran 1 berhasil kami bawa walaupun posisi aku duduk di belakang sungguh sangat tidak nyaman (puspa masih tertawa terbahak..bahak....)...readyyyyyyyy gooooooooooooooooooooooooooooo......
di tempat penimbangan:
mbak titip koran dulu boleh,,,???" wah kami mau makan mbak kami mau istirahat
cuma nitip mbak ( siapa yang ngalangin mbak makan.....))
ooo gitu mbak ...boleh ditaruh di dalem aja mbak terus di kasih beban dan diingat2 takutnya dikurangin sama orang....
(dengan senyum manis) terimakasih mbak......
(kami kembali menemui mbaknya setelah yang ke 3 kalinya dan semua telah terangkut....senangnya hatiiiiiiiiiiiiiiii)))) eitsssssssssss ternyata itu belum selesai....karena bukan hanya koran dan si mbak tidak menerima kertas yang dalam bentuk jilidan WALHASIL kami harus membuka jilidan2 bekas kami ujian proposal tersebut....krik.krik.krik....kami mirip banget kaya pekerja di pabrik kertas...hiks.hiks.hahahaha..wkwkwkwkwwk....sedih tapi ini hidup
beberapa jam kemudian...
tibalah saatnya kami menimbang harta karun milik kami...
APAAAAAAAAAAAAAAAAAA.....130 KG,,,,,tak kusangka...tak kukira......
tung..hitung..hitung,kami mendapatkan uang kalo tidak salah ingat sebanyak 270ribu rupiahhhhhh,,,senangnya hatiku hilang capekku.eitssssssssssssssss diam-diam ternyata mbak puspa merasa di bohongi oleh mbak kasirnya...karena seharusnya kami bisa mendapatkan lebih dari itu....tapi gpp puspa ini sudah cukup dan uang itu kami gunakan untukkkk
MEMBELI 2 BUAH BUKU MADILONG TAN MALAKA, minum es kacang merah, es campur dan facial di SALON langganan kami...............................
sebenarnya itu semua ku segerakan karena aku ingin ikut ayu yang mau ambil data penelitiannya ke dienk...tau kan dienk????? kalo g tau searching yooooooo.....
setelah pulang dari jalan ringroad...kami makan kami pulang dan merebahkan tubuh kami di kosan kami...karena mata ini gatal diusik oleh sesuatu..yang tak lain adalah tumpukan koran bekas langganan milik kami yang tak kunjung kami buat klipping..( dulunya idealisme mahasiswa untuk mengumpulkan berita-berita sebagai bahan diskusi kelak jika kami menjadi dosen di kampung halaman kami,,khusus aku sech sebenarnya)....kembali lagi!!!!!!!!! dengan melalui perdebatan panjang akhirnya kami memutuskan untuk menjual seluruh barang berharga yang kami punya selain harga diri kami masing-masing....kamipun bergegas mengikat seluruh tumpukan koran menjadi ikatan-ikatan yang nantinya mampu diangkut untuk dibawa ke tempat penjualan koran bekas...setelah berhasil mengikatnya menjadi 14 tumpukan koran akhirnya kami kembali mencari kertas-kertas tak layak pakai yang kami kumpulkan di saat penulisan tesis kami (ups...)...setelah semua terkumpul ,,,,dan ternyata "busyet di bawa pake apaan nech???? jawabku dengan enteng..."naek motor kita bolak-nalik 3 atau 4 kali....." "apaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa (puspa ayu menjadi gila) capek tau...." "emank tapi kan g buang uang terlalu banyak, apalagi kita g tau nie koran di hargai berapa?????...."""" """gimana kalo kita cari tossa nganggur terus kita tawar harganya, syukur2 kalo di pinjemin...(puspaayu).."terus aku yang bawa kamu yang duduk di belakang jagain koran gitu...yang ada malah ribet, antara mogok dijalan dan diketawain orang atau nabrak mobil depan karena bingung ngeremnya!!!!!!!!!!@@@@@@@@@@@########????...baiklah mari kita mencariiii....putaran 1 tidak berhasil, putaran 2 belum terlihat,,putaran 3 pasrah dengan opsi menggunakan kendaraan pribadi....
eng.ing.eng.......dikos sepi puspa...gimana cara naikkin nie koran ke pangkuanku...(puspa tertawa tanpa alasan, sementara aku bingung 10 keliling)...dengan akal sehat akhirnya tumpukan koran 1 berhasil kami bawa walaupun posisi aku duduk di belakang sungguh sangat tidak nyaman (puspa masih tertawa terbahak..bahak....)...readyyyyyyyy gooooooooooooooooooooooooooooo......
di tempat penimbangan:
mbak titip koran dulu boleh,,,???" wah kami mau makan mbak kami mau istirahat
cuma nitip mbak ( siapa yang ngalangin mbak makan.....))
ooo gitu mbak ...boleh ditaruh di dalem aja mbak terus di kasih beban dan diingat2 takutnya dikurangin sama orang....
(dengan senyum manis) terimakasih mbak......
(kami kembali menemui mbaknya setelah yang ke 3 kalinya dan semua telah terangkut....senangnya hatiiiiiiiiiiiiiiii)))) eitsssssssssss ternyata itu belum selesai....karena bukan hanya koran dan si mbak tidak menerima kertas yang dalam bentuk jilidan WALHASIL kami harus membuka jilidan2 bekas kami ujian proposal tersebut....krik.krik.krik....kami mirip banget kaya pekerja di pabrik kertas...hiks.hiks.hahahaha..wkwkwkwkwwk....sedih tapi ini hidup
beberapa jam kemudian...
tibalah saatnya kami menimbang harta karun milik kami...
APAAAAAAAAAAAAAAAAAA.....130 KG,,,,,tak kusangka...tak kukira......
tung..hitung..hitung,kami mendapatkan uang kalo tidak salah ingat sebanyak 270ribu rupiahhhhhh,,,senangnya hatiku hilang capekku.eitssssssssssssssss diam-diam ternyata mbak puspa merasa di bohongi oleh mbak kasirnya...karena seharusnya kami bisa mendapatkan lebih dari itu....tapi gpp puspa ini sudah cukup dan uang itu kami gunakan untukkkk
MEMBELI 2 BUAH BUKU MADILONG TAN MALAKA, minum es kacang merah, es campur dan facial di SALON langganan kami...............................
Rabu, 18 Mei 2011
Curahan Hati
dua hari yang lalu seperti biasa, kami duduk di kamar dan mendiskusikan hal-hal disekeliling kami....pembicaraan kami dimulai dengan lontaranku pada sahabatku...
eh ada RUU kesetaraan gender loch,,ungkapku...itulah yang membuat diskusi menjadi menarik,,,,aku tidak pernah menyangsikan perjuangan teman-teman perempuan yang ingin memperjuangkan akan kesetaraan, akan tetapi semakin banyak peraturan atau kebijakan yang dibuat tidak akan menjamin pelaksanaannya maksimal, contohnya saja undang2 PKDRT didalamnya masih banyak sekali kelemahan yang belum bisa terselesaikan antara lain pola aparat dalam menegakkan peraturan tersebut, dengan demikian permasalahannya adalah perspektif aparat seharusnya itu diselesaikan terlebih dahulu dan perjuangan perempuan akan berarti jika mampu membuat aparat terkonstruksikan dan KDRT di wilayah negeri ini menurun drastis, dengan demikian pola kesetaraan yang ada akan terjawab,,, menjadi pertanyaan besar bagiku bagaimana bentuk Undang-undang tersebut, apakah akan ada sanksi jika ada keluarga yang tidak setara....dan apakah jika ada sanksi itu kedepan akan menyelesaikan permasalahan.....
eh ada RUU kesetaraan gender loch,,ungkapku...itulah yang membuat diskusi menjadi menarik,,,,aku tidak pernah menyangsikan perjuangan teman-teman perempuan yang ingin memperjuangkan akan kesetaraan, akan tetapi semakin banyak peraturan atau kebijakan yang dibuat tidak akan menjamin pelaksanaannya maksimal, contohnya saja undang2 PKDRT didalamnya masih banyak sekali kelemahan yang belum bisa terselesaikan antara lain pola aparat dalam menegakkan peraturan tersebut, dengan demikian permasalahannya adalah perspektif aparat seharusnya itu diselesaikan terlebih dahulu dan perjuangan perempuan akan berarti jika mampu membuat aparat terkonstruksikan dan KDRT di wilayah negeri ini menurun drastis, dengan demikian pola kesetaraan yang ada akan terjawab,,, menjadi pertanyaan besar bagiku bagaimana bentuk Undang-undang tersebut, apakah akan ada sanksi jika ada keluarga yang tidak setara....dan apakah jika ada sanksi itu kedepan akan menyelesaikan permasalahan.....
Langganan:
Postingan (Atom)